Es Kopi Susu: Dibawah Tangga

Es Kopi Susu Kampung Sekarang ini banyak banget bermunculan kedai kopi yang instagramable dan banyak juga sekarang es kopi susu yang bi...

Es Kopi Susu Kampung
Sekarang ini banyak banget bermunculan kedai kopi yang instagramable dan banyak juga sekarang es kopi susu yang bisa dibeli via aplikasi online atau langsung pesan via kontak yang tertera lalu dikirim dengan ojek online. Seperti es kopi yang satu ini, namanya @di.bawahtangga berlokasi di Gandaria City Mall persis dibawah tangga escalator lobby utara atau persis dekat Office 8. Kebetulan hari ini ada meeting di daerah sana jadi iseng mampirin untuk beli dibawa pulang saja. Sudah tentu mesennya es kopi susu karena penasaran banget sama rasanya, langsung nyobain es kopi susu kota dan es kopi susu kampung harga pergelas Rp. 19,000,- lumayan kok gak mahal dan rata-rata es kopi susu sejenis juga segitu apalagi ini keberadaannya di mall. 


@di.bawahtangga

Corner

@di.bawahtangga

@di.bawahtangga
Kopi Kornernya bikin gemes kan, simple dan eye catchy sekali, gak banyak printilan karena memang tempatnya juga tidak besar. Yang seru disini adalah cemilan yang dijual adalah jajanan tradisonal loh, salah satunya bakwan goreng (favorit banget nih), kue lapis, wajik kalau seingat penglihatan saya tadi. Biasanya kalau kedai kopi yang biasa saya jumpai menjual roti pastri atau western food, kali ini Dibawah Tangga menjual cemilan Indonesia. Buat yang gak suka kopi jangan khawatir, disini juga ada teh dan coklat atau mau beli biji kopi? Juga adaaaaa... Nikki Batak, Bali, Ciwidey, Sulawesi, Flores, Papua Wamena dan biji kopi kampung. 

Tempat duduk yang tersedia sih lumayan cukuplah kalau buat santai tapi adanya di outdoor ya jadi jangan ngarep semriwing kayak di mall tapi gak panas kok karena banyak angin. Karena tadi cuma take away doang jadi gak sempat nyoba duduk-duduk yang lamaan gitu deh. 


Cheers,
Chichie Hariyanto





Wadah Plastik Halal dari Medina

Sudah pada taukah kalau sekarang ada tempat penyimpan makanan yang halal? Iya produk ini halal dan tersertifikasi oleh MUI, penasaran k...


Sudah pada taukah kalau sekarang ada tempat penyimpan makanan yang halal? Iya produk ini halal dan tersertifikasi oleh MUI, penasaran kan? Kini telah hadir produk plastik halal no.1 di Indonesia, Medina. Seluruh proses produksi dan material Medina telah tersertifikasi halal oleh MUI.

Selain makanan halal yang kita konsumsi, kita juga perlu memperhatikan wadah yang kita gunakan untuk menyimpan atau menyajikan makanan. Medina hadir untuk melengkapi kebutuhan para keluarga di Indonesia. Banyak berbagai tipe dan warna yang dikeluarkan oleh Medina, warnanya bikin gemes. Kebetulan saya dan teman-teman dari Kompakers Bekasi berkesempatan untuk menggelar acara bersama Medina beberapa waktu lalu dengan tema Woman Inspiring, sudah pasti dong ya ibu-ibu ini pada kalap tuh liat produk Medina yang kece-kece banget warnanya. 





Dynamic Duo
Buat yang suka bawa bekal ke sekolah, kantor atau piknik bisa nih bawa si Dynamic Duo ini. Tersedia dalam 2 pilihan warna, biru dan hijau. 





Amethyst Collection
Yakin banget deh seri ini bakal jadi andalan ibu-ibu dirumah, karena untuk seri ini memiliki beberapa wadah saji dengan warna ungu. Jadi kalau mau ada acara arisan, kumpul-kumpul, ulang tahun yang diadakan dirumah bisa mengandalkan koleksi Amethys untuk penyajian makanan. 





Dan masih banyak beberapa koleksi lainnya seperti:
Neo Sport Bottle Set, mudah dibawa kemana-mana dan pada bagian tutupnya juga ada celah untuk menenteng botol tersebut. Untuk 1 set berisi 3 botolndengan warna merah, hijau dan biru.
Neon Fliptop Tumbler Set, botol dengan warna-warna yang eye catchy ini bada bagian badannya terdapat kata-kata postif. Untuk 1 set berisi 4 botol dengan warna merah, hijau, biru dan kuning. 
Snap 'N Stack, cocok banget nih sama yang suka piknik. Untuk lunch box ini tersedia dalam 3 susun dengan warna kuning, toska dan merah. Kudu punya nih yang doyan liburan bersama keluarga apalagi bawa anak.
Snap 'N Shake Tumbler Set, botol minum dalam bentuk tumbler yang tersedia dalam 4 warna. 

Pic by E-Catalogue Medina

Coral Collection
Ini kalau saya bilang sih termasuk produk unggulan nih, kenapa unggulan? Karena toples seri Coral ini tahan banting loh, karena sudah dicoba oleh teman saya sendiri waktu acara Medina dan Kompakers Bekasi. Toplesnya kuat banget! 

Selain itu masih ada Azalea Collection, Frosta, dan Adia Collection. Pokoknya semua produk dari Medina semacam sesuatu yang harus kita punya dirumah. Gampang banget kok kalau mau dapetin produknya, karena produk ini banyak dijual juga oleh reseller-reseller dibeberapa kota besar. Jadi sekarang gak perlu ragu lagi kalau beli wadah plastik untuk penyajian atau penyimpan makanan, sudah ada product house ware halal no.1 di Indonesia. 


MEDINA
Instagram: @isnpirasimedina

Untuk Pembelian bisa kontak saya langsung via Line: akuchichie


Cheers,
Chichie Hariyanto





Short Trip Cirebon With Kompakers

1 April 2017 perjalanan pertama kami dari Kompakers Bekasi, Jakarta, Bogor dan Cilegon buat short trip ke Cirebon tentunya bertemu d...


1 April 2017 perjalanan pertama kami dari Kompakers Bekasi, Jakarta, Bogor dan Cilegon buat short trip ke Cirebon tentunya bertemu dengan Kompakers Cirebon. Hari Sabtu kami semua janjian di stasiun Gambir karena naik kereta eksekutif menuju Cirebon, hari itu yang berangkat ada saya sendiri dari Kompakers Bekasi, Mamih Enjih, Teh Hilda dan Baity dari Kompakers Jakarta, Uni Dian dan Devi dari Kompakers Bogor dan ada mbak Renny Asti dari Cilegon dulunya ini dari Kompakers Qatar. Berkat Upload Kompakan kami dipertemukan, insya Allah tali silahturahimnya berjalan terus kedepan. Uni Dian yang mengatur tiket kereta untuk pergi dan pulang, saya mengatur penginapan dan mobil selama di Cirebon dan Baity yang mengatur itinerary selama di Cirebon. Pagi itu kami semua bertemu di McDonalds buat sarapan dulu sekalian meeting point, biar gampang nyarinya. Setelah selesai sarapan kita semua bergegas untuk naik keatas karena kereta Argo Jati sudah tiba dan siap diberangkatkan pukul 07.00



Muka-muka ceria didalam kereta, walau saya sendiri belum on itu bibir pakai lipen jadi rada pucet ya. Ini difotoin sama mbak Renny kalau gak salah ini adegan dimana mamih Enjih dan uni Dian baru bangun tidur deh trus kita foto bareng deh.


Kami tiba di stasiun Cirebon pukul 09.45 dan sudah disambut sama Diana salah satu Kompakers Cirebon yang mobilnya kita sewa selama di Cirebon, dan ini foto kita didepan pintu masuk stasiun pun difotoin sama Diana. Muka-muka gak sabar mau kulineran di Cirebon, sambil menanti mbak Ienk bulurnya Kompakers Cirebon sempet beberapa kali jepret ini. Habis dari sini kita langsung menuju Empal Gentong Bu Dharma. Waktu beberapa waktu lalu juga sempat mampir ke Empal Gentong Bu Dharma pas nemenin Winda (@dartz27) ngisi workshop di ulang tahun kedua Kompakers Cirebon. Empal gentong bu Dharma ini ngangenin deh, bubuk cabainya pun beda deh karena waktu nyari di toko oleh-oleh gak ada. 







Setelah dari Empal Gentong Bu Dharma kami semua lanjut ke Keraton Kasepuhan, ini salah satu tempat wisata didaerah Cirebon. Sayang banget deh ini Keraton Kasepuhan kurang terawat karena banyak area yang kotor atau kurang enak dipandang, seperti lahan parkir yang harusnya bisa jadi bagus ini dari beberapa waktu lalu saya ke Cirebon sampai bulan April 2017 keadaannya pun masih kotor. Untuk tiket masuk ke Keraton Kasepuhan untuk harga dewasa dan anak berbeda, dewasa Rp.20.000 perorang dan didalamnya disediakan pemandu wisata jika ingin mengetahui sejarah tentang Keraton Kasepuhan, kala itu kita gak pakai pemandu karena emang dateng kesana khusus buat foto-foto saja.

Oh ya... kalau kita  berjalan terus kebelakang area keraton akan menemukan tempat foto kece, ini seperti bukan sedang berada di Keraton Kasepuhan loh. Walaupun ada yang minus tapi si keraton memiliki nilai plus setelah melihat area belakang seperti danau dan ada jembatan juga banyak pohon-pohon yang bisa dijadikan spot foto. Pas kita sampai ke area belakang ada segerombolan anak sekolah yang sedang main di jembatan, mereka pada nurut banget deh disuruh minggir karena areanya mau difoto mereka pun bergegas pulang. Tapi memang sebelumnya saya kesini pun lagi ada yang melaksanakan foto prewedding. Entah banyak orang yang tau atau tidak akan keberadaan tempat kece dibelakan keraton ini.



Biasalah emak-emak apalagi komunitasnya fotografi, udah pasti foto dimana-mana dong, seperti saya sebelum foto memakai lipen merah andalan dulu biar cetar bibirnya gak pucet kalau difoto. Sebenarnya foto ramean didepan pintu ini awal kita masuk ke keraton, harus foto bersama dulu sebelum menjelajah ke area keraton. Semua kamera dikerahkan, mulai dari kamera handphone untuk selfie atau bikin insta story biar momentnya selalu terabadikan.








Habis dari Keraton Kasepuhan kami semua sepakat untuk ke hotel dulu buat check in, mandi, sholat dan leyeh-leyeh sebentar. Kami menginap di Citra Dream Hotel yang letaknya didaerah Grage, cuma pada saat kami disana ada beberapa hal yang kurang ok dari hotel tersebut. Exhaust dikamar mandi mati, air panas dan dingin nyalanya iya-iya enggak-enggak bahkan untuk ke air dingin agak sulit, area lobby bau seperti bocornya saluran air, sarapan tidak tersedia dengan baik karena pada saat kami makan di jam 08.00 pagi menunya sudah habis dan hanya ada buah, puding dan nasi, petugas yang berjaga juga tidak banyak sehingga salah satu petugas kewalahan dimata kami. 

Kalau sesuai dengan itinerary harusnya kita menuju ke daerah Kuningan tapi karena waktu yang tidak memungkinkan maka kami memutuskan untuk pindah haluan dan kami mengunjungi Goa Sunyaragi dan ke pasar Kanoman. Di pasar Kanoman kita mampir buat makan tahu gejrot, dage dan gapit. Dage itu adalah makanan khas Cirebon juga yang isinya oncom dimasak dengan daun kemangi, sumpah ini enak banget dan harus dimakan pakai gapit ya. Untuk 1 bungkus dage harganya Rp.2,000 saja, murahkan? Iya makanan didaerah itu murah-murah kalau kata saya, setelah selesai jajan kita menuju pasar untuk mencari barang-barang jadulan, Maklum emak-emak doyan foto jadi hobinya hunting properti foto kalau saya mah cuma bagian numpang insta story dan foto aja, maklum jarang moto dirumah juga. Segala pecah belah jadulan ada disana dan mbak Ienk sudah terkenal sekali ditempat jual barang jadulan.

Setelah dari pasar Kanoman kita langsung menuju Goa Sunyaragi. untung sampai disana mataharinya udah gak kenceng alias panas, karena saat itu Cirebon lagi lumayan banget panasnya loh. Kebetulan mbak Ienk membawa tripod dan selama foto disana kalau yang ramai-ramai bisa pakai tripod dan kameranya pakai punya mamih Enjih karena tinggak di remote saja dari handphone, mamih Enjih menggunakan Fuji Film seri XE. Pokoknya seru banget deh foto-foto di Goa Sunyaragi karena banyak spot foto kecenya jadi kita rela antri juga sama yang lain buat bisa foto didepan tulisan Goa Sunyaragi, yang paling kece sih foto duduk berjajar dan kamera ada diseberang kita loh. Kalau lihat difoto sih kayaknya sepi tapi aslinya ramai banget pas kita kesana.



Dari Goa Sunyaragi kita lanjut kerumah mbak Ienk untuk sholat maghrib dan setelah itu kita lanjut ke daerah Trusmi untuk lihat-lihat batik khas Cirebon, padahal awalnya gak ada niatan ke tempat batik tapi setelah Diana bercerita tentang batik yang murah terletak dirumah-rumah daerah Trusmi maka beberapa teman lainnya jadi pengen lihat langsung dan pada beli deh akhirnya. Tapi memang harganya lumayan murah banget dibandingkan di toko-toko batik daerah Trusmi, karena kita sempat mampir ke toko batik yang gede tapi lupa apa namanya dan memang jauh harganya. Kita berempat cuma numpang wefie tuh dikaca karena habis lihat harga batik yang berjuta-juta.

Selesai dari perbatikan kami makan ke nasi Jamblang mang Dul dekat hotel kami menginap tinggal jalan kaki sedikit deh, tapi kalau saya bilang lauk di mang Dul kurang banyak variasinya dibanding bu Nur kalau gak salah. Kangen sama si perkedel terobati sudah, karena favorit banget sama perkedelnya sampai makan 3 biji kemarin.


Hari minggu sebelum pulang, beberapa dari kami mampir dulu ke pasar buat beli bawang goreng nah ini bawang gorengnya enak banget loh saya beli 1kg kemarin trus mampir beli kerupuk kulit atau rambak buat dibawa kerumah. Setelah itu balik lagi ke pasar Kanoman karena ada yang sudah janjian dengan tukang tahu gejrot buat ambil pesana. Tahu gejrot disana murah banget dan isinya banyak, saya juga titip 40 bungkus dage dan 1 bungkus dage. Duh dage ini juga ngangenin deh, kayaknya kalau mbak Ienk ke Jakarta kudu dititip dage nih. Karena udara lagi hot-hotnya maka saya dan teh Hilda tidak ikut ke pasar Kanoman, kami berdua memilih menunggu teman-teman lain di Sagoo Kitchen dekat pasar sambil pesan minuman cap badak alias saparila. Setelah dari sini kami mampir dulu ke nasi lengko buat makan siang, tapi saya gak nyobain si nasi lengko malah nyobain si satenya. Untuk 1 porsi sate kambing disana seharga Rp. 40,000 saja, sama kayak di Jakarta. Lumayan enak sih satenya jadi terbayarkanlah untuk harga perporsi segitu.

Kelar mereka berbelanja, kita foto-fotoan dulu deh di Sagoo Kitchen sebelum pulang. Kelar dari Sagoo kita ke masjid merah untuk sholat dzuhur dulu karena kereta menuju Jakarta berangkat pukul 13.50 jadi masih ada waktu untuk menunggu sampai ke stasiun.




Ini loh penampakan si empal gentong Bu Darma yang enak banget itu, kalau ke Cirebon jangan lupa mampir ya.










Kamera:
Enjih || Renny Asti || Puti Dian || Devy Novy || Baity || Endah Ienk

Lokasi:
Empal Gentong Bu Darma
Keraton Kasepuhan
Hotel Citra Dreams
Pasar Kanoman
Goa Sunyaragi
Pasar Tradisional (ini lupa nama pasarnya)
Daerah Trusmi
Nasi Jamblang Mang Dul
Tempat Kopi seberang hotel
Sagoo Kitchen
Nasi Lengko

Cheers,

Chichie Hariyanto

Weekend Gateway: Beehive Boutique Hotel - Bandung

"Kita ke Bandung nih akhir bulan?!" sambil ngasih tau ke suami dan memperlihatkan undangan pernikahan salah satu teman dekat y...


"Kita ke Bandung nih akhir bulan?!" sambil ngasih tau ke suami dan memperlihatkan undangan pernikahan salah satu teman dekat yang akan melangsungkan pernikahan disana. Emang dasar sih suami saya ini selalu ngikut aja apa kata istrinya kalau udah soal perjalanan keluar kota. Sekarang kalau milih hotel dilihat dulu interiornya, terus biasanya cek juga via instagram kalau si hotel punya instagram. Tapi biasanya kalau hotel boutique pasti ada instagramnya, jadi saya juga sudah lama follow si Bee Hive ini gara-gara lihat postingan Sabai istrinya Ringgo. Mulailah mencari penginapan malam itu juga sambil menuju kerumah dan emang rejeki banget masih ada kamar waktu itu via Agoda tapi sedihnya adalah gak bisa dapet kamar yang kekinian itu. Hahahahaaa....





Nah ini beberapa foto penampakan bagian bawah atau lobby Beehive Bandung, dengan tema Scandinavian ini yang bikin gemes banget ini. Sebelum akhirnya kita sampai ke Bee Hive itu kerjaannya mantengin instagram Bee Hive melulu, tapi memang puas banget sih dengan harga waktu itu sudah termasuk sarapan dan pajak kalau gak salah Rp 650,000,- deh tapi persisnya sih lupa tapi start segituan. Untuk harga segiru dengan apa yang disuguhkan oleh Beehive sih saya merasa puas banget, apalagi kamarnya juga lumayan besar kok dan bersih.

Enaknya lagi kalau emang kita males kemana-mana disana juga ada 2 resto dengan tema yang berbeda dan makanan pun juga berbeda. Restaurant keduanya pun in line dengan si hotel ini, waktu sampai di Bandung kita langsung ke hotel dan check in habis itu makan di Beehive resto sebelum sorenya akan bersiap ke tempat pernikahan Alieta dan Ari.

Waktu itu saya dan suami juga pesan makanan yang simple-simple aja dan yang penting bisa dimakan sama Kelvin juga, karena kalau pesan makanan sendiri-sendiri sudah dijamin deh pasti Kelvin gak habis dan akhirnya yang menghabiskan bundanya.





Kali ini kita agak kebarat-baratan makannya, pesan kentang goreng (ini berbumbu kentangnya) untuk cemilan Kelvin, selain itu juga pesan steak tenderloin dan sphagetti bolognaise favorit si Kelvin. Alhamdulillahnya adalah Kelvin ini selalu masuk makanan apapun kalau liburan yang penting ada kentang goreng buat ngemil dia dan jangan kasih dia bubur karena memang dia tidak suka. Kalau untuk harga lupa persisnya berapa karena gak ke foto dan struk entah dimana.

 

Minuman wajib saya kalau kemana pun adalah kopi, saya bukan tipe yang harus minum kopi setiap hari tapi minum kopi kalau pas lagi liburan atau meeting. Saya adalah penyuka machiatto, mau segala apa aja asal machiatto pasti saya pesan dan yang keduanya adalah cappuccino. Setiap resto atau kedai kopi pasti memiliki menu minuman kopi cappuccino, percaya deh walau sama nama tapi belum tentu sama rasanya. Dan kalau lagi minum kopi saya tidak pernah menambahkan gula pada minuman saya, jadi ya dibiarkan saja tak berasa manis.


Nomer meja di Beehive Resto ini lucu banget ya, ada succulentnya dan bernomer sesuai nomer meja masing-masing. Rasanya pengen bawa pulang itu.







Lucunya setiap lantai memiliki spot yang berbeda-beda banget nih mulai dari lantai 1 sampai beberapa lantai keatas temanya beda-beda loh dan bisa buat pepotoan juga. Waktu kami sampai sana didepan kamar persis sedang ada beberapa abg yang pada foto-foto dan saya yakin dia tidak menginap disana, dan ganggu banget suara mereka bikin berisik. 







Oh iya kami sekeluarga mendapat kamar di lantai 1 dan persis selurusan sama tangga naik ke lantai tersebut, kamar 105. Untuk ukuran kamar, lumayan besar kalau saya bilang dari hotel-hotel yang sudah pernah saya singgahi selama si Bandung. Tapi pas buka kamar, tadaaaaaa... kasurnya bukan yang seperti biasa single bed, karena memang hari itu lagi penuh banget mau di upgrade pun gak bisa tapi gak apa-apa toh kalau double bed masih bisa disatukan biar si bocah enak kalau tidur. Nah interior kamar pun bertema scandinavian pemilihan interiornya pun simple banget, karena kamarnya juga luas alhasil Kelvin pun seneng banget main dikamar. 





Malam harinya sehabis dari pernikahan Alieta sempat mampir ke resto Kapulaga dulu untuk sekedar ngobrol sambil minum kopi, kebetulkan kami ke tempat Alieta tidak membawa mobil karena biasanya Bandung kalau malam minggu pasti macet jadilah memilih menggunakan Grab. Enaknya sekarang kalau keluar kota sudah ada fasilitas transportasi online seperti Grab, Uber dan Gojek karena kalau kemana-mana dan lagi malas nyetir bisa menggunakan jasa transportasi tersebut. Malam itu saya mencoba pesan es teh leci biar Kelvin bisa minum juga dan biasanya dia gemes sama lecinya, Ayeyo pesan kopi dan teman saya Dian pesan lemon squash kalau gak salah karena lupa juga nama minumannya. 







Kami bertiga sangat puas sekali dengan pelayanan dan fasilitas yang ada di Beehive  hotel Bandung, apalagi Kelvin yang bisa enjoy banget liburannya karena ada area bermain juga dekat area resto.


Beehive Bandung
Alamat: Jln, Dayang Sumbi No.1 (Sayap Dago)
Telp: +62222505801
Instagram: @beehive_bdg
Website: www.beehivebdg.com




Cheers,

Chichie Hariyanto