Yeeaayyyy.... Akhirnya Kelvin sudah bisa disapih, setelah berbagai cara dilakukan. Oktober tahun lalu Kelvin genap berusia 2 tahun dan...

Akhirnya DIsapih

00.46.00 Suciarti Wahyuningtyas 0 Comments



Yeeaayyyy.... Akhirnya Kelvin sudah bisa disapih, setelah berbagai cara dilakukan. Oktober tahun lalu Kelvin genap berusia 2 tahun dan aku langsung cari artike sana-sini untuk mencari tau bagaimana cara menyapih yang baik dan tidak membuat si anak merasa ditakuti. Waktu itu banyak juga share di group yang aku ikuti, dan akhirnya curhat sama teman yang menurut aku dia ini bisa menjadi panutan dalam mengajarkan sesuatu untuk anak. Sebenarnya menyapih ini adalah gampang-gampang susah dan susah-susah gampang. 
Waktu itu karena Kelvin sudah tidak full asi dan semenjak Kelvin berusia 1th 5 bulan dia hanya minum asi selagi mau tidur malam. Kali ini mencoba kalau tidur dia diberikan susu dalam botol dot, tapi begitu susu dalam dot habis tidak langsung tidur dia main dulu sampai pada akhirnya dia ngantuk dia masih terus minta nenen. Cara dengan membisikan dia dan mengajak dia berbicara pun sudah aku lakukan dan sambil mengajak main pun sudah dilakukan. Tetapi sampai dibulan Desember 2015 Kelvin masih terus nenen. Jika dia sudah nangis tidak diberikan nenen, aku pun sebagai ibu langsung luluh dan langsung memberikan asi kembali. Banyak orang ngasih tau dikasih sambiloto, oleh sambel, kasih tensoplas dan lainnya yang menurut saya kok jadi bikin si anak nanti malah trauma atau kasihan. Pengen banget menyapih tanpa memaksa, dan ingin menyapih dengan alami. 

Akhirnya Januari mencoba cara, dengan memberikan asi dengan payudara sebelah kiri dimana hasil asi sebelah kiri tidak sederas sebelah kanan. Bahkan pada saat itu payudara sebelah kiri saya sudah tidak memproduksi asi, mungkin karena sudah tidak memompa dan si anak malas menyusu dengan payudara sebelah kiri. Puting saya sebelah kiri tidak seperti sebelah kanan, jadi Kelvin malas meyusu dengan puting sebelah kiri. Akhirnya minggu kedua Januari mencoba menyusui Kelvin dengan payudara sebelah kiri dan alhasil si Kelvin sebel sendiri karena asinya tidak keluar. Akhirnya dia minta susu botol. Ini baru malam pertama, besoknya dilakukan hal serupa dan dia masih menempel tapi pas tau lagi jadi enggak mau hampir selama seminggu cara ini berhasil dan ampuh buat Kelvin. Jadi gak perlu pakai cara yang lain atau enggak enak buat Kelvinnya. 

Sebenarnya dalam menyapih itu bukan kesiapan si anaknya tapi dibutuhkan kesiapan si ibunya, kenapa? Karena si bayi bisa merasakan perasaan si ibu yang sedang galau atau seperti saya awalnya yang merasa kasihan melihat dia menangis waktu nyapih pertama kali. Ini semua harus dilawan dengan cara yang baik dan membuat si anak merasa nyaman. Setelah si ibu benar-benar mantap ingin menyapih baru mempersiapkan si anak. Cara setiap ibu berbeda-beda untuk melakukan sapih ke anaknya, padahal kalau aku tau Kelvin itu gak demen nenen dari payudara sebelah kiri, kenapa gak dari awal dulu? Ya karena waktu itu masih maju mundur cantik nyapihnya, masih ada rasa galau dan kasihan kalau anaknya gak dikasih nenen. Setiap malam menjelang tidur pun aku sambil ngobrol sama Kelvin dengan kasih tau ke dia "mas Kelvin sudah jadi anak besar, bukan bayi lagi jadi kalau anak besar minum susunya langsung dari gelas / dot kalau malam hari ya?" anaknya sih enjoy aja sampai sekarang disapih. Memang semenjak disapih jadi nyusu malamnya lebih banyak, padahal makan sore dan malam selalu habis. Kelvin juga suka ngemil dan semenjak sapih ngemilnya jadi lebih sering juga, perasaan juga jadi tambah senang dan tenang kalau menyapih kita membuat si anak lebih nyaman dan tenang. 

Selamat menyapih.





0 comments: