Kelvin Adrian Siapa yang tidak ingin memiliki keturunan, semua orang pasti ingin memilikinya kan? Ini saya tulis sebagai kilas balik bag...

Gift from Allah: Kelvin Adrian

22.12.00 Suciarti Wahyuningtyas 0 Comments

Kelvin Adrian
Siapa yang tidak ingin memiliki keturunan, semua orang pasti ingin memilikinya kan? Ini saya tulis sebagai kilas balik bagaimana saya dan suami akhirnya dikaruniai seorang putra yang sangat lucu, ganteng dan banyak doa yang kami panjatkan untuknya. Kalau dulu banyak sekali yang nanya "gimana sudah isi belum?" "kok belum punya momongan sih?" "Jangan jalan-jalan terus, kapan bikin anaknya?" ini beberapa pertanyaan yang sering mampir dikuping saya dan suami, kami bukan tidak ingin memiliki anak tapi memang pada saat itu belum dikasih oleh Allah. Untungnya pertanyaan tersebut tidak terlontar dari keluarga kami, orang tua saya berbeda dengan orang tua kebanyakan kalau saya lihat. Mereka sangat modern dan tidak pernah melontarkan pertanyaan yang sekiranya bikin saya sebal atau lemah. Terus bagaimana dengan ibu dan bapak mertua? Nah kebetulan saya sudah tidak memiliki keduanya kalau pun masih ada saya yakin mereka sama seperti orang tua saya karena saya sempat mengenal ibu mertua saya sebelum beliau meninggal pada Desember 2009 bahkan dulu beliau sempat pergi ke Bandung bersama saya dan suami. 

Kelvin Adrian Hariyanto nama anak saya dan suami yang suka dijuluki orang-orang adalah anak mahal, memang benar gimana tidak mahal saya mendapatkan Kelvin ini dengan perjuangan, kesabaran dan keikhlasan. Secara finansial saya sangat mahal mungkin tidak untuk orang lain, Kelvin didapatkan secara program hamil yang saya dan suami jalani dan lahirnya pun melalui operasi secar karena pada saat itu saya sekalian akan mengangkat miom yang ada dirahim saya. Miom ini juga menjadi banyak pertanyaan dikalangan teman-teman saya juga, kenapa ada miom tapi saya bisa hamil? Nanti akan saya jelaskan satu per satu.

Kalau banyak yang tanya berapa biaya yang sudah saya habiskan? Yang perlu diketahui adalah waktu program ini saya bayar sendiri alias tidak tercover oleh asuransi karena memang tidak bisa di cover asurasi atau penggantian dari kantor pada saat itu. Kedua adalah semua biaya tergantung dimana rumah sakit kita menjalankan program dan treatmentnya pada saat waktu berjalan. Kalau dulu saya dan suami kayaknya modal nekad deh gak tau kalau biayanya segitu. Percaya atau tidak saya tidak pernah browsing tentang program anak sama sekali, yang saya browsing adalah no telp rumah sakit dimana dokter yang saya akan temui ada dimana. Berawal ngobrol sama klien yang sekarang menjadi teman saya, karena dia pun program dengan dr. Damar di rumah sakit Asri, saya langsung browsing tentang rumah sakit Asri bukan tentang program hamilnya. Dan ternyata dr. Damar ini praktek didua rumah sakit pada saat itu RS Asri Jakarta (yang sekarang menjadi RS Asri Siloam Jakarta) dan RS Brawijaya Woman & Children. Nah saya cek jam dr. Damar praktek dikedua rumah sakit tersebut lalu saya memutuskan memilih RS Asri karena beliau praktek weekend disana, karena saya dan suami hari biasa sama-sama kerja jadi kemungkinan besar waktu kami berdua yang sama-sama kosong di weekend itu juga kalau kami berdua lagi gak ada dinas keluar kota.

Jujur saja saya tidak mencari pembanding harga pada saat itu, yang ada dipikiran saya adalah dimana dr. Damar Prasmusinto ini praktek dan saya juga selalu berfikir semua pasti ada rejeki dan jalannya. Tahun 2011 saya memulai program itu biaya konsultasi oleh dr. Damar sebesar Rp. 315.000,- yang pasti tidak pernah lebih dari Rp. 400,000,- kecuali kita ada pemeriksaan lain yang mengharuskan dikenakan biaya tambahan, tapi biaya tersebut bisa berbeda tergantung oleh rumah sakit dan setau saya biasanya dokter spesialis itu memang berbeda dengan dokter biasa. Setelah saya bertemu dengan dr. Damar baru beliau menjelaskan detail tentang program kehamilan mulai dari treatment apa saja yang akan dijalankan oleh kami berdua setelah itu saya baru cek kebagian administrasi untuk masing-masing biayanya. Seperti halnya inseminasi atau bayi tabung ini kan mengharuskan kita mengeluarkan biaya lebih untuk hal tersebut dan beruntungnya saya adalah tidak sampai ketaraf itu tetapi ada treatment lain yang mengharuskan saya mengeluarkan biaya lebih. Setelah suami saya melakukan pengecekan pada spermanya dan hasilnya kurang menggembirakan saat itu, kalau mau tau saat itu suami saya sedih sekali tapi kami berdua saling support karena kami tau tujuan apa yang sedang kami jalankan ini adalah perlunya kedua belah pihak saling memberi semangat untuk mencapai harapannya. 

Suami saya harus menjalankan operasi Varicocele pada saat itu karena spermanya kurang dan memang dokter memberi pilihan antara operasi dan minum obat tapi kami memilih untuk menjalankan operasi yang memiliki kesembuhan lebih cepat dibandingkan meminum obat. Nah saya juga pernah membaca blog salah satu teman saya dimana dia juga menceritakan kisah dia dan istrinya menjalankan hal yang sama dengan saya dan suami. Dia pun harus melakukan operasi varicocele, nah ini ada pembanding dimana sama-sama dijalankan dirumah sakit Jakarta Selatan tapi berbeda harga yang cukup lumayan, saya dan suami membayar sekitaran Rp.23jutaan untuk operasi varicole tapi untuk teman saya operasi varicocele hanya dengan biaya Rp.15jutaan dan saya juga gak menanyakan kelas apa yang dia ambil waktu dirumah sakit tersebut, kebetulan saya dan suami memilih kelas vip dirumah sakit Asri Jakarta. Iya semua yang saya jalankan ini dirumah sakit Asri kok sampai pada tahap Kelvin lahiran pun juga dirumah sakit Asri dan sampai sekarang kami kalau melakukan pengecekan kesehatan juga kesana.



Sampai pada akhirnya saya dinyatakan positif hamil pada bulan Maret 2013 dan sudah 6 minggu mengandung bayi yang ternyata lucu sekali, ini benar-benar hadiah dari Allah. Dimana pada bulan Januari 2013 saya sebenarnya sudah mengikhlaskan dan sudah tidak berharap banyak walau kadang sedih juga sih dulu itu, walau saya tidak pernah memperlihatkan ke siapapun bahkan ke suami saya dan akhirnya saya tulis disini deh. Terkadang kita tidak bisa mengontrol apa yang akan diucapkan oleh orang terhadap diri kita apalagi kalau nanyanya "kapan punya anak?" kalau yang nanya biasa aja pasti saya selalu jawabnya juga santai tapi yang nyebelin kalau yang nanya itu sudah nyinyir, biasalah orang Indo kalau soal begini mah belum memiliki rasa simpati dengan baik kayaknya gimana cara penyampaian supaya yang diajak ngobrol gak bisa lapang dada menerima. 

Waktu hamil itu saya harus bedrest selama 2 minggu pertama karena hasil usg Kelvin untuk detak jantungnya kurang bagus dibawah rata-rata dan dr. Damar menyarankan saya untuk istirahat total bahkan tadinya suami berfikir apa saya keluar dari pekerjaan saya tapi hal tersebut bukan menjadi pilihan kami berdua pada akhirnya. Suami saya menjadi lebih ekstra protektif saat itu karena apa yang kami jalani berdua sudah membuahkan hasil dimana perjalan itu memberikan pelajaran bagi kami berdua untuk lebih bersabar, ikhlas dan lebih bertawakal. Kalau dulu saya gak sampai kepikiran harus keluar negeri menjalankan ini semua yang mana kata beberapa teman yang menjalani hal yang sama seperti saya itu disana lebih murah dari Indonesia tapi sepertinya dokter disini masih bagus-bagus kok dan belum perlu untuk saya dan suami menjalankan ini semua kesana. 



Cheers,
Chichie Hariyanto


0 comments: