Hamil 5 bulan Sebenarnya ini saya tulis untuk menjawab beberapa pertanyaan yang mampir ke email dan line saya, sebelumnya saya menguca...

Perjalanan Program Kehamilan

07.51.00 Suciarti Wahyuningtyas 0 Comments

Hamil 5 bulan

Sebenarnya ini saya tulis untuk menjawab beberapa pertanyaan yang mampir ke email dan line saya, sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak untuk semua yang sudah membaca postingan cerita "Program Hamil itu Menyenangkan" yang sempat saya tulis beberapa waktu lalu. Alangkah senangnya saya mendapati tulisan saya dengan pembaca terbanyak, sudah sampai puluhan ribu dan saya pun dibanjiri beberapa pertanyaan yang masuk ke chat line. Saya juga minta maaf karena ada yang belum terbalas pertanyaannya, semoga tulisan ini bisa menjawab semua pertanyaan teman-teman yang sedang berusaha seperti saya dan teman-teman lainnya.

Program Hamil di rumah sakit mana?
Saya melakukan program kehamilan di rumah sakit Asri yang beralamat di jalan Duren Tiga No.20 Jakarta Selatan. Dulu waktu tahun 2011 saya program nama rumah sakitnya masih Asri, kalau sekarang karena sudah bergabung dengan Siloam jadi bisa cek juga via web rumah sakit Siloam. Saat itu saya tinggal di Bintaro Jaya Sektor 2, awalnya saya mencari dokter Damar Prasmusinto selaku dokter obgyn disana. Akhirnya setelah saya browsing saya menemukan 2 rumah sakit dimana dokter Damar praktek, rumah sakit Asri dan Brawijaya Women & Children. Dan saya menanyakan pula jam dan hari praktek dokter Damar, akhirnya saya memilih ke rumah Sakit Asri karena disana beliau praktek pada hari selasa, kamis dan sabtu.

Dokternya dengan siapa?
Saya waktu program sampai akhirnya saya hamil dan saya pun melahirkan pada bulan Oktober 2013 juga masih dengan dokter Damar, beliau adalah orang yang berjasa dalam kehidupan saya dan suami saya walaupun saya tau semua ini sudah kehendak dan takdir Allah tapi ada dokter Damar sebagai penyambung takdir tersebut.

Berapa biaya program kehamilan?
Biaya program itu tergantung masing-masing rumah sakit dan dokter yang dipilih, kalau saya dulu biaya sekali kunjungan dengan dokter Damar sebesar Rp.315.000,- pervisit dan belum termasuk biaya admin. Perlu diketahui juga bahwa untuk program itu tidak bisa instan yang langsung jadi karena semua butuh proses. Untuk biaya program ini tidak dicover oleh asuransi mana pun (pada saat saya dulu program) tidak tau kalau sekarang karena saya kurang mengikuti perkembangan dunia asuransi.

Berapa lama saya mendapatkan momongan setelah program?
Program kehamilan saya mulai pada saat saya dan suami memasuki bulan ketujuh pernikahan, pada saat saya dateng ketemu dengan dokter Damar dikira kami berdua sudah menikah lebih dari 5 tahun. Saya datang kerumah sakit Asri pada bulan Maret 2011 dan selalu mengikuti anjuran visit dokter Damar. Sampai pada akhirnya bulan Maret 2013 saya sudah hamil 5 minggu saat suami saya ingin check up ke dokter urologi.

Apa saja yang dilakukan pada saat program?
Tentunya ini menjadi banyak pertanyaan dan juga pertimbangan bagi siapapun yang ingin melakukan program kehamilan, karena saya sudah pernah sharing dengan beberapa teman yang ingin mendapatkan momongan tapi banyak yang takut dengan rentetan tes atau pemeriksaan oleh rumah sakit. Beberapa tes yang kami lakukan hingga akhirnya saya dinyatakan positif hamil:

1. Yang pasti waktu pertama saya ketemu dengan dokter Damar, beliau langsung menanyakan kepada saya siklus haid selama 3 bulan kebelakang atau maksimal 6 bulan kebelakang, apakah siklusnya lancar? Jadi buat yang akan konsultasi atau ingin program harap diingat jadwal menstruasi 3 - 6 bulan kebelakang ya karena ini bisa dijadikan patokan. Setiap perempuan memiliki perbedaan masa siklus.

2. Konsultasi pertama saya harus dilihat lagi siklus haid 3 bulan kedepan, dan diberi arahan tentang waktu yang tepat untuk campur, dan pesan yang selalu saya ingat "bukan berarti sering campur bisa hamil" karena kondisi kesuburan setiap orang itu beda-beda loh.

3. Setelah 3 bulan kedepan saya sudah mencatat masa haid dan saya belum kunjung hamil, langsung dilakukan tes darah lengkap untuk melihat keadaan kesehatan diri saya dan hasilnya pun bagus sekali tidak ada yang mengkhawatirkan. Tes darah ini kalau gak salah dulu biayanya 1jutaan 

4. Setelah tes darah terlewati maka saya harus melakukan pemeriksaan mendalam seperti cek peranakan, rahim, sel telur dan saluran rahim. Dan semua tes ini saya alhamdulillah bagus dan normal.

5. Ini adalah tes terakhir dimana saya harus dimasukan sinar kontras untuk memeriksa apakah ada yang tersumbat atau tidak pada jalan rahim, dan ternyata hasilnya pun bagus sekali tidak ada yang tersumbat.

6. Setelah saya sudah dinyatakan bagus secara hasil lab dan lainnya maka giliran suami saya yang diperiksa oleh dokter urologi, dan ini untuk pengambilan sperma harus pagi hari. Seingat saya ini dari suami tes sperma, balik dulu ke dokter Damar dulu. Saya lupa dulu berapa biaya untuk tes sperma tapi kayaknya tidak sampai 1jutaan deh.

7. Karena hasil sperma suami saya tidak bagus dan kurang secara dunia kedokteran maka suami saya dianjurkan bertemu dengan dokter Urologi, saat itu dokter Damar memberikan kami masukan untuk bertemu dengan dokter Ponco agar kami mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai hal ini.

8. Jadwal ketemu dokter Ponco dan membawa hasil tes sperma untuk dibacakan, karena sebagai orang awam saya pun gak ngerti dan yang saya tau hasilnya dulu itu merah alias kurang bagus. Dokter Ponco memberitahu kami kalau suami saya ternyata Varicocele dan harus diambil tindakan sesegera mungkin, waktu kemarin itu keadaan suami saya belum parah karena ada beberapa pasien varicocele yang lebih parah dari suami saya. Alternatif yang diberikan oleh dokter Ponco ada 2 hal, yaitu penyembuhan melalui obat dan operasi agar lebih cepat penanganannya. Kami berdua memilih operasi agar lebih cepat penanganannya, mengingat suami saya saat itu usianya sudah 38 tahun dan saya 27 tahun.

9. Setelah mengatur dengan dokter Ponco, beliau meminta kami untuk segera mengatur jadwal untuk operasi dan kami menyesuaikan dengan dokter Ponco tapi sebelum tindakan operasi dilaksanakan, kami diminta untuk bertemu dengan dokter Sigit salah satu sahabat dokter Ponco sebagai tambahan informasi untuk kami berdua. Kami bertemu dengan dokter Sigit dan hasil bacaannya pun sama dengan dokter Ponco, akhirnya sudah disepakati kalau suami saya akan menjalankan operasi varicocele di rumah sakit Asri juga. 

Apa sih Varicocele?
Sebelumnya saya sudah pernah menceritakan apa itu varicocle, bisa dilihat pada link berikut Varicocele disini juga saya bercerita tentang kesiapan suami saya dalam menyukseskan program kehamilan dan kesiapan dia dalam menjalani operasi varicocele. Sebagai informasi saja kalau pria jaman sekarang ini banyak yang terkena varicocele walaupun tingkatannya berbeda tapi menurut dokter urologi kami seperti itu, benar saja waktu suami saya menjalani operasi seharian itu dokter Ponco harus melakukan tindak untuk beberapa orang yang terkena varicocele. Buat para calon ayah, alangkah baiknya jika memilih olah raga renang atau lari saja karena ini memang salah satu olah raga anjuran dari dokter urologi.

Berapa Biaya Operasi Varicocele?
Biaya ini pun tergantung dimana rumah sakit yang kita datangi dan kelas apa yang akan kita ambil, untuk operasi ini tidak perlu menginap lama kok. Waktu itu suami saya hanya perlu menginap satu malam saja, dan biaya operasi waktu tahun 2012 itu sebesar Rp. 23jutaan untuk kelas vip dirumah sakit Asri Jakarta Selatan.

Sebenarnya rumah sakit mana pun juga bagus dan sama saja, disini yang harus ditekankan sekali ada niat dan ke ikhlasan dari pasangan kita sendiri. Satu sama lain harus saling mendukung, jangan sampai ada rasa tertekan atau keterpaksaan. Jujur saya sendiri sempat berfikir, kok orang lain gampang banget ya mau punya anak sementara saya harus program dan melakukan tindakan yang biayanya tidak murah tapi banyak cerita dan sharing dari teman-teman sekitar, belum tentu yang gampang itu juga gampang hidupnya. Jadi saya lebih percaya kalau masing-masing keluarga itu sudah punya garis hidup yang baik, cobaan hidup dalam rumah tangga apalagi yang mendambakan keturunan itu adalah ujian naik kelas dari Allah. Jangan pernah putus untuk meminta dan berserah, awalnya tanggal 1 Januari 2013 saya sholat tengah malam, saya berdoa dan mengikhlaskan semuanya. Ternyata ilmu ikhlas itu berbuah manis. Tak disangka Maret 2013 saya sudah mengandung Kelvin Adrian dengan umur kandungan 5 minggu saat itu.

Buat semua yang sedang berusaha dan mencoba program kehamilan jangan pernah patah semangat, yakinlah bahwa Allah selalu bersama kita dan yakinlah kita mampu melewarkan semua. Seperti cerita di media social instagram teman saya, dia akhirnya diberikan momongan setelah 11tahun pernikahan, sudah banyak cara yang dilakukan olehnya, sampai akhirnya sekarang dia mengandung bayi kembar. Waktu baca ceritanya saja saya meneteskan air mata, karena ternyata masih ada lagi yang usahanya lebih berat dari saya.

Saya juga bersedia menjawab pertanyaan dari teman-teman yang membaca blog saya ini, jangan pernah sungkan kalau mau sharing tapi mohon maaf jika saya pun suka lama balasnya.


Cheers,

Chichie Hariyanto



0 comments:

Asam-asam iga Tema minggu lalu di Upload Kompakan tentang "All time favorite food" nah kebetulan aku ini pecinta daging-daging...

Food Photography: Asam-asam Iga

22.20.00 Suciarti Wahyuningtyas 0 Comments

Asam-asam iga
Tema minggu lalu di Upload Kompakan tentang "All time favorite food" nah kebetulan aku ini pecinta daging-dagingan jadi segala daging diolah apa saja aku suka. Jadi foto yang di upload kala itu ada foto pas lagi nemenin Winda ngasih workshop di Typica Coffee and Zains Kitchen di daerah Grand Galaxy - Bekasi. Kebetulan ini yang saya foto adalah makanan saya sendiri dan percayalah ini makanan sampai dingin dan saya minta dihangatkan kembali karena gajihnya sudah mulai menggumpal.

Gear yang saya gunakan saat itu Nikon D3300 dengan menggunakan lensa fix 50 mm dengan aperture f/2.2 shutter speed 1/125 dan ISO 100. Kalau untuk foto selama ini saya selalu bertahan di ISO 100 tapi kalau harus menaikan ISO untuk keadaan tertentu juga jarang sepertinya, biasanya pun foto dengan cahaya yang cukup.



Cheers,

Chichie Hariyanto

0 comments:

Cotive Working Space Minggu, 22 Januari 2017 lalu berkesempatan bertemu dengan teman-teman Scrapbook atau Crafting yang berada didaera...

Workshop Photography di Cotive Working Space

03.09.00 Suciarti Wahyuningtyas 0 Comments

Cotive Working Space

Minggu, 22 Januari 2017 lalu berkesempatan bertemu dengan teman-teman Scrapbook atau Crafting yang berada didaerah Alam Sutera - BSD. Kebetulan sekarang saya dan Winda punya kegiatan baru berupa workshop photography, tapi ini workshopnya tidak melulu tentang makanan atau minuman bisa juga tentang produk. Makanya kemarin seneng banget waktu yang mau belajar foto dari kamunitas crafting dan tentunya objek yang difoto berupa scrapbook dan mainan apa ya namanya karena memang saya pun jarang moto mainan kecil itu. 

Saya kontak dengan Citra salah satu peserta yang menghubungi saya via line, kebetulan Citra ini teman salah satu anak Kompakers Bekasi yang memang di Kompakers Bekasi mempunyai kegiatan rutin workshop photography bersama Winda Priandita. Tempat workshop ditentukan oleh Citra dan teman-teman yang akan workshop hari itu, tempat sudah tentu didaerah Alam Sutera - BSD. Disepakati tempat workshop kita di Cotive Working Space. Waktu dikasih tau akan workshop disana, saya langsung cek via instagram karena ingin tau alamat detail dan tempatnya. Namanya juga workshop photography jadi butuh tempat yang berlimpah cahaya sekali. Pas liat gallerynya Cotive Working Space tempatnya lebih dari cukup cahaya bahkan melimpah. Kita workshop dilantai 2 dan tempatnya enak banget, ada meja panjang dan beberapa kumpulan meja kecil yang dilengkapi dengan sofa yang nyaman.

Peserta Workshop Photography

Mereka ini adalah para peserta workshop photography dihari minggu, kalau dari kiri ke kanan: mbak Esther, mbak Nova, mbak Citra, saya sendiri, Winda Priandita (@dartz27), mbak Stefhanny dan mbak Jovita. Kebanyakn dari mereka memang belajar dari awal sekali walaupun ada juga yang sudah jago motretnya, yang bikin kaget adalah kalau dari beberapa mereka dari mereka membeli kamera dulu sebelum workshop, karena menurut Citra memang mereka sudah niat sekali belajar dengan kamera. Banyak ilmu yang di share sama Winda ke mereka semua, mulai dari dasar mengenali kamera sendiri sampai tahap belajar foto splash pokoknya mereka ini niat banget dan salut banget dengan kegigihan mereka. Selain itu jadi tambah teman juga, sharing dengan mbak Stefhanny juga sangat menyenangkan sekali, pokoknya seru-seru banget mereka ini.


Winda Priandita (@dartz27)
Ini lagi iseng mau candid Winda pas lagi ngasih workshop, ealah pas di cekrek dia geser jadi ketutupan sama lampu deh. Winda ini yang memberikan workshop kepada teman-teman di Alam Sutera waktu lalu, sementara aku dan mbak Wina membantu peserta saat praktek dan tentunya yang memiliki kamera sama dengan kami. Karena hari itu saya bawa Nikon dan mbak Wina pakai Fuji jadi kita handel buat yang pakai Nikon dan Fuji. Biasa sebelum workshop kita selalu kirim PR dulu buat para peserta untuk dikerjakan sebelum hari H, tapi karena kemarin sepertinya belum ada yang mengerjakan PR maka langsung eksekusi ditempat. Mulai dari ngejepret apa saja yang ada disekitaran meja sampai motret splash karena mereka penasaran banget ternyata.

Nendoroid
Citra salah satu peserta workshop membawa mainan kecil-kecil yang lucu ini, kalau gak salah ini Nendoroid deh, kebetulan yang dibawa hanya 3 ini dan aku gemas ini motret-motret si Nendoroid. Sampai ada yang aku foto jejer gini diatas kursi, depan lappy dan di anak tangga. Tapi kayaknya lucu juga kalau punya 2 aja cuma buat di fotoin. 

Jadi buat teman-teman sekitaran BSD - Alam Sutera bisa nih mampir-mapir ke Cotive Working Space, misal cuma mau ngopi atau ngerjain kerjaan kantor atau tugas kuliah atau sekedar hangout sama teman juga ok tempatnya. Apalagi kalau demen review tempat-tempat hangout, cocoklah main kesini karena cahayanya berlimpah ruah disini.



Cheers.
Chichie Hariyanto




0 comments: